Pertemuan ke-2 Orbit Elektron: Focus Group Discussion

Oke, seperti judulnya, tadi (eh, kemaren lebih tepatnya, Minggu, 16 Mei 2010) jam 09.15 ada pertemuan kedua orbit elektron di 7602. Sebenernya ini kehadiran pertama saya, berhubung yang minggu lalu ga bisa dateng karena ada acara keluarga (lagi ulang tahun, ga dibolehin ke Bandung, ditahan di rumah sendiri -__-). Jadi, tadi kasi surat ijin ke panitia dan akhirnya dapet name-tag-yang-ga-boleh-ilang deh. Yeaaay…

Pukul 09.15, saya dan Tari sampai di ruangan. Zzziiing, kok sepi yaa… Sial, berasa udah telat dan mepet, ternyata masih kecepetan aja, nyeeem tipikal anak Elektro sekaliii.

Akhirnya setelah absen, pengarahan, syalala, dimulailah FGD ini pada pukul 10.20 dan akan berlangsung selama 80 menit. FGD ini merupakan sharing dalam kelompok-kelompok kecil. Jadi, setiap kelompok yang udah diberikan tugas membuat artikel tertentu akan di-shuffle. Nah, di tiap kelompok baru, materi artikel tersebut akan di-sharing dengan rekan diskusi yang lain. Setiap kelompok diskusi dipantau oleh kambing — kakak pembimbing. Mulai deh FGD-nya. Saya akan berdiskusi bersama Ichsan Mulia, Sugeng, dan Audhia dengan Totz dan Yonny sebagai kambing.

*Sebelumnya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam materi yang dituliskan di bawah ini. Tulisan ini hanya semata-mata tulisan dari apa yang didapatkan oleh peserta sharing yang tidak mengerti apa-apa. Mohon koreksinya :)

Materi pertama di-share oleh saya sendiri dengan tema RF, Microwave, & Antenna.

Berhubung materi tersebut terlalu luas, akhirnya saya dan rekan sekelompok saya (Ijul) memutuskan untuk membuat artikel yang lebih aplikatif dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tentang penyedia layanan internet gratis dengan menggunakan antena kaleng. Kan setiap hari kayaknya kita sangat perlu akan internet, namun terkadang layanan internet tidak dapat kita dapatkan dengan mudah karena penyedia layanan (internet service provider) masih memasang tarif yang cukup tinggi untuk layanan internet. Hal ini dapat disiasati dengan menggunakan antena kaleng. Jadi, inti antena kaleng ini adalah mengarahkan antena ke access point tertentu untuk memfokuskan penerimaan gelombangnya. Misalnya di deket kosan kita ada access point yang ga di protect dengan password, maka dengan mengarahkan antena kaleng kita ke access point tersebut dan sedikit konfigurasi pada perangkat komputer kita, maka kita dapat menikmati layanan internet gratis. Pembuatan antena kaleng sendiri cukup mudah dan murah. Sudah banyak artikel yang menjelaskan cara perakitan antena kaleng seperti di sini dan sini.

Selanjutnya, materi kedua mengenai Elektronika Daya di-share oleh Sugeng EP’08.

Saya emang kurang ngerti materinya sih, tapi yang saya tangkep sih pokoknya Elda itu adalah pembangkitan daya terefisien dengan cara yang kompatibel. Pembangkitan daya sendiri bisa dilakukan dengan berbagai macam sumber tenaga, mulai dari air, angin, batu bara, dan nuklir. Tapi, yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah tenaga batu bara ini, padahal batu bara sendiri adalah kekayaan alam yang tidak renewable. Trus tadi juga dijelasin gimana siklus pembangkitan dengan batu bara. Mulai dari pemanasan air, pemanasan uap air, penggerakan turbin, dan pendinginan. Dijelasin juga tadi gimana uap air super panas bisa ngegerakin turbin dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga dibangkitkan daya yang cukup besar.

Materi ketiga dengan tema Robotics and Automatics di-share oleh Ichsan Mulia EL’07.

Karena begitu luas, akhirnya Imul memfokuskan pembahasan diskusi pada Motor Servo. Jadi, motor servo itu adalah motor yang mengubah gaya lsitrik menjadi gaya mekanik. Komponen ini sangat mengutamakan presisi dan biasa digunakan pada printer, robot berkaki, atau mesin pemasang tutup botol. Untuk membuatnya sebegitu presisi sampai bisa presisi dengan ketelitian sudut, motor servo menggunakan PWM (Pulse Width Modulation) yang didalamnya terdapat rangkaian feedback. Yang saya tangkep sih, rangkaian feedback ini seperti VCO (Voltage Controlled Oscillator), jadi sudut dari akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan tegangan. Perubahan tersebut dilakukan berulang kali sampai sudut si komponen tersebut sama dengan sudut input, sehingga errornya nol. Setelah panjang lebar dijelaskan, ternyata untuk mengendalikan dan mengatur motor servo ini digunakan mikrokontroller, yang udah makin saya ga ngerti aja deh. haha..

Terus materi terakhir, di-share oleh Audhia ET’08 mengenai Networking, dengan fokus pembahasan tentang Squid.

Jadi, apa sih Squid itu? Yang saya tau, Squid itu makhluk menyebalkan yang suka keluar kalo akses internet di kampus ga pake AI3, haha. Nah, ternyata Squid itu merupakan suatu proxy. Jadi, bayangkan saja internet di kampus. Internet di kampus tuh ibaratnya dibentengi dari akses internet luar oleh dinding-dinding bernama firewall, si proxy ini merupakan pintu kecil tempat dimana masuk keluarnya akses internet dari dalem ITB ke luar supaya kita civitas akademik ini bisa buka situs semacam Google, Yahoo, WordPress, Twitter, Facebook, dll. Untuk bisa mengakses situs luar tersebut, kita membutuhkan akun AI3 yang aktif. Selain itu, di proxy juga disimpan cache situs-situs yang pernah diakses dari dalam kampus. Cache itu semacam jejak yang ditinggalkan oleh situs yang kita buka, supaya pas lain waktu kita akses, dia ga usah manggil dari servernya di kejauhan lagi, sehingga waktu loading lebih cepat dan bandwith lebih hemat. Ga heran kenapa kalo buka Facebook di kampus cepet banget, pasti si bang proxy udah hapal banget ama alamat si Facebook gara-gara keseringan dipanggil, haha.. Fungsi lain dari proxy adalah sebagai firewall, jadi dia bisa nge-filter situs apa aja yang boleh dan ga boleh diakses dari dalam kampus dengan menggunakan keyword-keyword tertentu. Makanya dari dalam kampus tuh ga bisa buka situs file sharing seperti 4shared, rapidshare, dsb.

Abis diskusi panjang lebar selama hampir kira-kira 1.5 jam, selesai deh FGD-nya.

Yang saya dapatkan setelah FGD ini sangat banyak, yaitu wawasan baru di dalam dunia keelektroteknikan. Akhirnya saya sadar kalo ternyata saya rada blank tentang dunia elektro dan power. Blank pisan lah pas dijelasin elektronika daya, mikrokontroller, dan teman-temannya. Kayaknya saya terlalu autis di dunia telekomunikasi saya yang masih ga terlalu dalam juga. haha

Oiya ternyata, tujuan dari FGD ini adalah supaya kita mengetahui bahasan tentang keilmuan lain selain dari keilmuan kita sendiri. Hal ini sebenernya bertujuan juga supaya kita semua bisa mengerti dan dapat ikut serta dalam menentukan isi /  konten majalah yang akan dibuat nantinya. Gtu…

Sekian dulu deh postingannya. See you!

2 thoughts on “Pertemuan ke-2 Orbit Elektron: Focus Group Discussion

    1. adaaa, optical fiber kelompoknya Dicky tuh. tapi pas sharing ga se-grup diskusi, jadi ga dibahas di sini deh :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s