generasi “dahsyat”

Waktu itu lagi di kantor pagi-pagi. Seperti biasa, nyampe kantor masih pagi banget, terus nonton siaran ulang piala dunia 2010. Abis itu TV pagi-pagi biasanya nayangin acara gosip atau acara musik. Yahh mau gimana lagi, akhirnya terpaksa mendengarkan musik dan lagu-lagu aneh dari band ala inbox, dahsyat, dan kawan-kawannya.

Saya ga peduli dengan musik, lagu, bahkan penyanyinya karena emang ga ada yang bagus dan menarik untuk saya. Satu hal yang saya perhatikan di sini adalah orang-orang yang menonton di studio tersebut. Teman saya biasa menyebut mereka sebagai manusia layang-layang. Gaya tari mereka memang seperti layang-layang, tangan di atas melambai ke kanan ke kiri. Selain itu, tampilan mereka pun layaknya anak layangan a.k.a. alay.

HERAN, kenapa mereka sempet-sempetnya pagi-pagi buta ke studio cuma untuk kayak gitu doang. Karena dibayar? Menurut saya ga logis, karena bayaran mereka biasanya kecil. Trus karena apa dong? Se-rela itu ninggalin sekolah cuma untuk hal ga penting kayak gtu doang. Temen saya cerita kalo tetangganya ada yang suka ikutan kayak gtu ampe ninggalin sekolahan diem-diem padahal ijin keluar rumahnya untuk sekolah. Kasian banget orang tua nya udah sekolahin mahal-mahal, eh kelakuan anaknya malah kayak gtu. :(

Kalo udah kayak gini yang salah siapa? Anaknya? Orang tuanya? Stasiun TV-nya?

Huh, acara TV sekarang emang ga ada yang beres, kurang mendidik. Semoga orang-orang di jalan yang benar bisa membantu saudara-saudaranya di jalan yang salah untuk kembali ke jalan yang benar. Jangan sampai generasi kita nantinya malah jadi generasi “dahsyat”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s