10.000 jam

Kemaren ini, ada training menulis yang merupakan salah satu rangkaian kaderisasi Orbit Elektron. Pembicaranya adalah Pak Budi Rahardjo. Beliau adalah salah satu dosen favorit gw walaupun cuma sekali diajar dia. Entah kenapa kalo dia ngomong tuh ga bikin ngantuk, interaktif, lucu dan menarik lah pokoknya. Beliau saat ini aktif nge-blog dan menulis artikel di majalah Info Linux. Selain menulis, beliau juga senang bermain gitar dan sepakbola.

Dari bagaimana dia bercerita, kayaknya passion-nya banyak banget yaa. Mengajar, engineer, menulis, olahraga, musik. Ckckck, sempurna banget yaa… >.<

Judul presentasi Pak Budi untuk kami para cakru Elektron memang “Dari ide ke tulisan”, yap intinya gimana kita mulai nulis, ampe jadi, ampe keabisan topik lagi. Tapi yang gw inget banget dari presentasi dia adalah kata-kata 10.000 jam. 10.000 jam! 10.000 jam! 10.000 jam!

Katanya kan:

Butuh waktu 10.000 jam untuk kita menjadi master dalam suatu hal.

Kalo mau jago nulis yaa ga otomatis. Yang otomatis itu justru yang anomali. Kita harus rajin, berlatih, dan konsisten. Kalo udah 10.000 jam menulis, ga heran dong kalo kita udah jagoan nulis.

Begitu juga kalo mau jadi desainer yang jago, berarti setidaknya 10 tahun (=10.000 jam) ngedesain. Kalo mau jago main bola, berarti harus 10 tahun konsisten merumput. Kalo mau jadi master blogger, kalo 1 postingan memakan waktu satu jam, setidaknya postingan blog gw harus 10.000 dulu untuk jadi master. @_@

Logis sih teori 10.000 jam itu. Siapa juga yang ga jago kalo ngelakuin sesuatu selama 10.000 jam. Yang jadi masalah di sini mungkin konsistensi. Yaa biasanya kan kita selalu semangat di awal dan mulai males-malesan di tengah.

Kalo Pak Budi dalam hal nge-blog mah yang penting 10.000 postingan dulu. Rajinin tiap hari posting (biar blog stat nya rame :P ). Kalo tiap hari posting, pasti kan blog nya rajin dibuka orang yang menantikan isinya. Otomatis blog stat meningkat deh, hahaha.

Yang penting wareg heula, gizi mah belakangan. Quantity over quality.

Gitu katanya. Makanya beliau tiap hari rajin posting.

Begitupun juga kasusnya dengan kelangsungan hidup sebuah majalah. Yang penting konsistensi. Harus konsisten, kalo terbit dua bulan sekali, yaa terbitkanlah dua bulan sekali. Jangan tiba-tiba cuma setahun sekali, atau tiba-tiba hilang.

Untuk majalah sejenis Elektron apalagi. Kan ga banyak majalah serupa. Pasti kan bakal dinantikan pembaca setia. :P

Oke, mulai ngalor ngidul ini postingannya. Udahan aja deh kayaknya.

ditulis malam-malam sambil mencari bahan artikel Elektron edisi selanjutnya :)

yeah, 9xxx posts to go to be master blogger!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s