cheerleader, geng kosong, dan alay berduit

Yaaa, pilih saja salah satu sebutan di atas, whatever!

Sebutan ini gw dedikasikan kepada sekelompok orang yang gw dan adit temui kemaren ini di dufan. Sekelompok orang yang saat itu semuanya menggunakan polo shirt putih dengan logo salah satu produsen rokok di lengan kanannya.

So, apa salah mereka? Banyak!!!

Jadi, kemaren ini gw dan adit sedang mengantri wahana Histeria di dufan. Eh, sekelompok orang ini datang berasa jagoan dan menyerobot antrian sampai meloncati pembatas-pembatas antrian. Sungguh amoral! Entah udah berapa kutukan yang mereka peroleh dari pengantri lainnya. Untung saja, mereka masih bisa keluar dari wahana Histeria dengan selamat tanpa celaka.

Kenapa gw sebut “cheerleader”? Yap, tak lama sebelum itu, gw baru aja nonton HIMYM episode “Cheerleaders Effect” yang kalo kata Barney Stinson mah itu kelompok orang yang terlihat keren kalo bersama-sama, tapi kalo sendiri-sendiri dijamin cupu.

Nah, akhirnya sebutan ini gw gunakan kepada mereka karena mereka cuma berani saat bersama-sama, dalam kelompok besar. Ketawa keras-keras. Bertindak semena-mena. Berasa keren mungkin, padahal kampung! Terlihat tidak berpendidikan. Interpretasinya mungkin sedikit berbeda dari cheerleader effect di HIMYM, tapi yang pasti kalau mereka dalam kelompok kecil atau sendiri mungkin ga akan terlihat “sekeren” itu atau punya nyali sebesar itu.

Yang lebih gw heran lagi adalah: bagaimana bisa dalam suatu kelompok besar (sekitar 30-an orang) semuanya tampak sama? Cewe kurus, berdandan, dengan rambut digelung, pake sunglasses ala tante-tante. Bahkaaan, cowo yang biasanya mudah dibedakan satu sama lain, kali ini bener-bener sulit dibedakan. Cowo berkulit terawat, berbahu bidang, rambut pendek ber-gel, pake sunglasses. Dan kesemuanya sama-sama ga tau diri. -__-

Nah, di saat antrian panjang itu, sempet-sempetnya ada cewe cheerleader yang buka alat make-up dan membetulkan riasan. Hmm, cukup aneh kalo mengingat udara cukup panas, dan mungkin bakal keringetan lagi, dan sepertinya muka dia juga ga bakal bagus saat di atas wahana sana. Hey mbak, waktu loe bermain di dufan ini cuma bakal abis buat dandan kalo begitu! Hmm…kosong. Ow, that’s the ‘geng-kosong’ name comes! :D

Di sepanjang antrian (yaa bagi mereka pastinya ga panjang sih), mereka ramai sekali mengomentari wahana Histeria. Sesekali ngatain orang atau temen mereka yang lagi naik wahana. Sesekali teriak kencang. Dan sering kali tertawa kencang. Yap, mungkin ini evolusi dari alay. Kelakuan alay orang-orang yang penampilannya berduit, yap alay-berduit.

Sekian saja cerita tentang cheerleader, geng kosong, dan alay berduit; yang kesemuanya sama-sama menunjuk ke satu subjek.

One thought on “cheerleader, geng kosong, dan alay berduit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s