supershort trip to bogor

Tanggal 4 Januari 2011 yang lalu, sore sore dengan impulsif Ibu mengajak gw dan adik ke Bogor. Perjalanan cukup lancar, berhubung itu hari Selasa, hari kerja, dan bukan hari libur sekolah.

Nyampe Bogor kita makan di Cimory Resto. Cimory alias Cisarua Mountain Dairy, tentu saja menyajikan makanan-makanan dari sapi dan kawan-kawannya. Mulai dari yang Indonesia banget kayak nasi goreng atau sup buntut, ampe yang ga Indonesia banget kayak grilled sausages atau cordon bleu. Minumannya juga macem-macem, tapi karena yang khas dari Cimory adalah yoghurtnya, kita jadi pesen yoghurt semua deh. Ibu pesen yoghurt mangga, gw blueberry, dan adek strawberry.

This slideshow requires JavaScript.

Ibu yang Indonesia banget pesen sup buntut. Sup buntutnya enak. Buntutnya banyak, terus kuahnya berasa. Gw dan adik pesen grilled sausages karena sosis di sini enak. Gw pesen yang assorted; jadi dalam satu hot plate ada 5 potong sosis dengan rasa yang berbeda-beda, yaitu cheese, garlic, blackpepper, italian, dan american. Si adek pesen beef sausage yang entah kenapa ukurannya panjang bangeeet, mungkin sekitar 20 cm. Dan ternyata masih ada sosis yang lebih panjang lagi ampe bisa dibikin spiral di atas hotplate. -__-

Selain main course itu, kita juga pesen zuppa soup yang ternyata rasanya biasa aja. Gw juga pesen melted chocolate cake yang ternyata rasanya enaaaak banget. Kue coklat hangat yang tengahnya meleleh, ditaburin snow sugar, dikasi ice cream vanilla. Hmm, pas makan rasanya terharu saking enaknya. :’)

Nah, disebelah restonya itu kayak ada mini mart yang jual segala macem sosis, nugget, susu, yoghurt, dsb. Huaaaaa bener-bener surganya yoghurt dan susu cimory deh. Dan gw pun mampir untuk beli yoghurt rasa apel dan leci yang blom pernah gw coba. :D

Abis makan dari Cimory Resto, akhirnya kita putuskan untuk jalan ke Puncak Pass. Di tengah jalan akhirnya gw melihat langsung daerah yang marak kawin kontrak kayak yang pernah ada di reportase investigasi gtu. Hiiiyyy…

Jalannya menuju Puncak Pass bener-bener enak. Berliku. Anginnya kencang dan dingin. Kabut tebal. Dan kita pun membuka kaca mobil untuk menikmati semua itu. On that part, I really wish that our car is convertible. Fold the roof, feel the air, and let our scarf waving. :D

Di Puncak Pass Resort, kita cuma mampir ke restorannya. Menikmati lampu-lampu diujung sana sambil rambut kita berkibar-kibar. Minum bandrek dan makan bitterballen.

Bandrek
Bitterballen

Makanan di resto ini rata-rata makanan luar gtu. Garden salad, bitterballen, poffertjes, dan steak yang mahal-mahal. Minumannya mulai dari teh manis, kopi, jus, bandrek, bajigur, ampe wine ada semua.

Nah, di resto ini ada panggung live music gtu. Dan ternyata nyokap gw lumayan terkenal di sini. Orang di restoran dan mas mas live music semuanya kenal ibu. Setelah ibu yang suaranya luar biasa bagus nyanyi, terus dengan jebakan ibu akhirnya gw maju dan menyanyikan lagu Tenda Biru nya si Desy Ratnasari. Beruntunglah saat itu gw ga pakai kacamata, jadi ga usah pusing liat dan memikirkan ekspresi pendengar. :))

Abis makan minum nyanyi, akhirnya kita pulang deh.

Bener-bener perjalanan yang singkat dan cuma makan doang. Tapi seru dan menyenangkan banget. Bener-bener refreshing di tengah bosannya masa liburan ini. Hmm yang impulsif emang biasanya konkret! :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s