wakil rakyat yang hobi travelling dan tidak punya alamat email resmi

Syarat menjadi calon anggota legislatif berdasarkan UU No. 10/2008 Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

Berdasarkan pada Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk bisa mengajukan diri sebagai calon legislatif / caleg, yaitu sebagai berikut di bawah ini :

  1. Warga Negara Indonesia / WNI
  2. Berumur / Berusia Minimal 21 Tahun
  3. Bertempat Tinggal di Wilayah NKRI (Negara Kesatuan Repubik Indonesia)
  4. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  5. Minimal Tamat / Lulus SMA atau sederajat
  6. Setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945
  7. Sehat Jasmani dan Rohani
  8. Bersedia bekerja penuh waktu / full time
  9. Terdaftar sebagai pemilih pada pemilu
  10. Anggota Parta Politik
  11. Siap bersedia tidak praktek notaris, akuntan dan advokat
  12. Pegawai / Anggota PNS, TNI, Polri, BUMN, BUMD harus mengundurkan diri
  13. Bersedia tidak rangkap jabatan negara, badan negara, bumd dan bumn
  14. Tidak pernah masuk penjara dengan ancaman pidana lima tahun atau lebih
  15. Dicalonkan di satu lembaga perwakilan dan satu daerah pemilihan
  16. Cakap berbicara, menulis dan membaca dalam Bahasa Indonesia
  17. Bisa Membaca Al-Quran (khusus caleg lokal NAD)

Sumber dari sini.

Menurut saya ada yang kurang dari persyaratan tersebut.

Jujur dan adil? Membela kepentingan rakyat? Tidak KKN? Bersedia dihukum seberat-beratnya apabila melanggar?

Dan kenapa tidak ada persyaratan cerdas?

Cerdas. Kenapa cerdas? Ya iyalah, buat apa rakyat diwakilkan oleh orang bodoh yang gaji-buta yang hobinya cuma jalan-jalan dan belanja seperti yang saat ini banyak bertengger di DPR sana.

Check. this. video. out!

Link video tersebut kebetulan tadi saya peroleh dari tweet seorang teman. Video tersebut merupakan secuil rekaman dari pertemuan PPI Australia dengan Komisi VIII DPR yang sedang kunjungan kerja (baca: berwisata) terkait regulasi dan jaminan fakir miskin di Indonesia.

Pertemuan tersebut diawali dengan Surat Terbuka PPI Australia kepada Ketua Komisi VIII DPR Mengenai Kunjungan Kerja tersebut.

Tanggapan PPI Australia terhadap penjelasan Komisi VIII DPR atas surat terbuka PPIA bisa di liat langsung di sini.

Liat ini juga untuk tau cerita pertemuan tersebut dari orang Indonesia yang tinggal di Melbourne. Alert! Bacanya bikin gemes, pengen gigit, pengen makan orang, pengen makan anggota DPR saos blackpepper. grrrao.

BTW, salut dan berterima kasih banget pada PPI Australia yang berani berani menyuarakan pendapatnya dan dengan tegas mengingatkan bapak/ibu DPR tersebut. Semoga PPI-PPI lain mengikuti jejak serupa. :’)

Okay, back to video!

Kenapa untuk mencontohkan cerdas saya berikan video di atas?

Gapapa sih sebenernya. -_-

BTW, video di atas berjudul “email resmi komisi 8 DPR RI”. Salah satu orang dari PPI Australia bertanya alamat email resmi komisi VIII untuk diskusi lebih lanjut. Alih-alih memberikan alamat email resmi (misal dengan akhiran dpr.go.id) mereka malah memberikan alamat yahoo mail. Pake panik lagi. Pake lempar-lemparan dulu lagi karena anggota DPR nya sendiri ga tau alamat email komisi mereka apa. Sigh.

Oi oi, DPR tuh badan yang besar. Masa’ iya bisa buang-buang duit banyak jalan-jalan dan belanja di luar negeri tapi ga punya mail server sendiri. -_-

Sedihnya lagi, berdasarkan komentar di video tersebut, setelah dideteksi ternyata email tersebut baru dibuat pada tanggal 30 April 2011, bertepatan dengan di-uploadnya video itu. Menurut postingan blog yang telah saya cantumkan di atas malah katanya email tidak ada yang sampai, bounce back. Ckckckck… Mau jadi apa bangsa ini. God save this country. :(

Yah begitulah gambaran wakil rakyat. Hmm saya tidak mengeneralisasi, tapi sepengamatan dan sependengaran saya yaa kayak gitu semua. Gimana dong? :|

tulisan di atas tidak koheren karena ditulis dengan rasa emosi, gemas, dan miris. sekian. :(

4 thoughts on “wakil rakyat yang hobi travelling dan tidak punya alamat email resmi

    1. iya, susah. -_-
      abis ga tau harus menggambarkan mereka dengan kata apa lagi selain bodoh yang antonim dengan cerdas. :P

    1. iya mel, sedih ya baca berita kayak gtu. semoga kita nanti jadi orang-orang yang bertanggung jawab pada posisi dan tugas kita deh :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s