nonton final Indonesia Open Premier Super Series (IOPSS) 2011

Kemarin, hari Minggu, 26 Juni 2011, saya pergi menonton final IOPSS 2011 di Istora Senayan. Pertandingan dimulai jam setengah dua siang dengan urutan pertandingan sebagai berikut:

  • Ganda putra: Cai Yun/Fu Haifeng [CHN] vs Chai Biao/Guo Zhendong [CHN]
  • Tunggal putri: Wang Yihan [CHN] vs Saina Nehwal [IND]
  • Tunggal putra: Lee Chong Wei [MAL] vs Peter Gade [DEN]
  • Ganda putri: Vita Marissa/Nadya Melati [INA] vs Wang Xiaoli/Yu Yang [CHN]
  • Ganda campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [INA] vs Zhang Nan/Zhao Yunlei [CHN]

Dengan berbekal tiket dari Copi, saya pergi di-drop Bapak di Istora pukul 13.30. Diteriknya matahari siang yang menyengat, sebelum turun di depan mobil gw ada silverbird yang berhenti. AND GUESS WHAT?! Yang turun dari taksi itu adalah PETER GADE. Plis laaah… Peter Gade pemain-bulu-tangkis-asal-Denmark-yang-biar-udah-tua-tapi-tetep-superhandsome. Sumpah deh, bego banget gw ga minta foto bareng atau tanda tangan. Malah ngeliatin cengo, terpana. Kapan lagi coba cuma berjarak 3 meter dari Om Peter. Huaaaaa #supermenyesal2011 deh, eh bukan…tapi #supermenyesalsepanjangmasa deh. Huhuhu… T____T

Lain kali ga boleh ragu-ragu deh jadi orang. Hajar aja minta foto. Kalo jodoh, kita bakal ketemu lagi kan, Om? T__T

Sebagai gantinya, yaa gw cukup melihat foto-foto Om Peter deh..tanpa gw disampingnya. Hiksss… Here’s some of them:

Photos taken from here, here, here, and here.

Setelah kejadian superstupid-me itu, saya pergi mencari Timor. Ternyata eh ternyata, kita kelebihan 6 tiket VIP yang akhirnya wajah polos, lugu, dan kebingungan kami jadi incaran para calo-calo tiket yang haus uang. :-S

Saat itu, pertandingan pertama telah berakhir dengan kemenangan pasangan ganda putra tampan dari China, Fu Haifeng/Cai Yun atas rekan senegaranya. Sepertinya pertandingan berjalan cepat dan mudah. Beda poinnya juga jauh.

Saat kami masuk, pertandingan kedua berlangsung. Sania Nehwal dari India sedang unggul di set pertama. Tribun kami yang mostly orang India pun bersorak-sorai. Sayang sekali di set kedua dan ketiga permainan mulai dipegang oleh Wang Yihan, dan akhirnya trofi kedua untuk China.

Pertandingan ketiga, salah satu pertandingan yang saya tunggu-tunggu. Peter Gade (kyaaaaaa) melawan Lee Chong Wei. Yaaah sayang sekali karena ga foto bareng saya, Om Peter jadi ketinggalan sejak set pertama. Eh ga deng, emang faktor usia dan stamina juga kali yaa. Beberapa kali Om Peter jatuh untuk mengembalikan smash-smash Lee Chong Wei yang mematikan. Hiks… Curiga ini Lee Chong Wei pake cheat kotak-kotak-segitiga-bulat-L1-R1. Dikira maen PS. Ya tapi gtu deh. Bola ditempatkan di mana saja, dia bisa kembalikan. Smash tajam dan kencang. Lalu kemenangan yang tidak diekspresikan di wajah. Android? :-|

Selanjutnya adalah pertandingan ganda putri yang saya tunggu-tunggu. Sebagai anak Indonesia yang baik, tentunya saya mendukung pasangan Vita/Nadya. Sayang sekali, smash-smash dahsyat Nadya mudah dipatahkan oleh pasangan ganda China yang kalo ga salah merupakan peringkat 1 dunia. Selain itu, bola-bola kembalian Vita/Nadya juga banyak yang out. Huhuhu… Semoga di turnamen selanjutnya mereka sudah lebih berkembang deh, jadinya menang menang menang.

Pertandingan terakhir adalah pertandingan spektakuler (halah!) antara ganda campuran Indonesia dengan China. Di set pertama, pasangan Indonesia unggul dengan perjuangan yang wah. Tapi sedihnya di dua set berikutnya, pasangan China dengan mudah mencetak poin. Towi yang tampaknya kurang sabaran jadi banyak miss di dua set terakhir. Smash nya emang sih tajam dan kencang, tapi…nyangkut di net. Grogi kali ya?

Akhirnya China menjadi juara umum dengan membawa 4 trofi. Dan Indonesia, lagi-lagi tak bergelar di negara sendiri. Kalah ya kalah. Teguran buat lebih banyak memperbaiki diri lagi. Semoga di turnamen-turnamen bulu tangkis berikutnya Indonesia bisa menyumbangkan banyak emas. :)

Yaa sekian cerita saya mengenai hasil pertandingan final IOPSS 2011.

By the way, that was my first experience watching badminton games at the stadium. Dan rasanyaaaaa seruuu… Beda yaa sensasi nonton langsung dan via TV. Kalo lewat TV yaa teriak-teriak sendiri di rumah yang sepi, alhamdulillah kalo ada yang nemenin nonton. Kalo di stadion, ampe merinding deh kalo ada sesuatu. Kayak semua orang sehati ngedukung pemain dari negaranya masing-masing. Ramenya, riuhnya, kompaknya.

Dengan nonton langsung, kebayang ya rasanya jadi pemain gimana. Ditonton sekian ribu orang secara live pasti nervous, saya sih ga kebayang kalo jadi mereka. Mana rame banget yang udah pasti bikin ga konsen. Trus kalo jatuh ya beneran jatuh gitu keliatan. Kalo jump-smash juga yaa loncat setinggi itu. Waaaaa keren deh…

Trus yang paling kocak yaa penyelenggara pertandingan. Pas manggil pemain asing, biasa aja. Tapi pas yang dipanggil pemain kita, lampu langsung digelapin, trus pake lampu sorot untuk menunjuk pemain kita yang masuk ke lapangan, trus ada laser warna-warni bertuliskan nama pemain kita, tak lupa dengan backsound yang lebay. Oh lebay. Ga tau deh kalo yang kayak gtu masuk di TV nasional apa ga. Hehehe

Selain itu serunya nonton di stadion adalah kompaknya para supporter untuk mendukung tim atau menciutkan nyali pemain tim lain. Asik deh bisa ikutan “uuuuu-eaaa-uuu-eaaa” kayak yang di TV-TV. Hahaha… Dan lucunya, kemarin ini saat ganda campuran, di tengah pertandingan pemain China merasa terganggu karena ada serangga di lapangan. Pas serangganya nempel di wajah pemain putra, eh sama pemain putri diusap-usap mukanya biar serangganya pergi. Dan stadion pun bergemuruh “cieee” “aaaaa~” “soswiiit”. :))

Selain seru-serunya nonton di stadion, yang saya ga suka sih masih banyak orang-orang yang cuma glory-hunter. Udah bayar mahal-mahal, nonton panas-panas, cape-cape, menuh-menuhin stadion eh pas poin pemain kita udah ga mungkin untuk menang, malah pulang sebelum pertandingan selesai. Dukung dong pemainnya sampai abis, sampai naik podium walau cuma sebagai runner-up. Jangan dukung kalo menang doang! *emosi*

Dari nonton langsung itu, ga banyak foto yang saya ambil berhubung ga punya kamera digital dan resolusi kamera handphone pun menyedihkan, jadi yaa ini aja:

Pentungan. Karcis. Penanda di tangan. Foto burem pertandingan tunggal putri.

peter gade, kita bisa ketemu lagi kan? :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s