nol tidak sama dengan kosong

Menelepon travel...
Saya (S): mau reservasi ke Bandung untuk blablabla
Petugas Travel (PT): nomor yang bisa dihubungi?
S: nol-delapan-satu-blablabla
PT: baik, saya ulang ya. kosong-delapan-satu-blablabla

Agak tergelitik (halah!) rasanya kalau orang lain melafalkan nol sebagai kosong. Misalnya aja nyebutin nomor telepon: kosong-delapan-satu-blablabla. Kenapa tergelitik? Ga geli juga sih padahal. Apa dong ya bahasanya. -_-

Waktu itu lagi osjur di kampus, dan salah satu senior meminta kami menyebutkan NIM. satu-tiga-dua-KOSONG-tujuh-blablabla. Lalu kami diingatkan untuk menyebutnya satu-tiga-dua-NOL-tujuh-blablabla.

Emang segitu pentingnya ya? Saya juga ga tau sih. Bahasa Indonesia sendiri sih ya yang suka aneh, ga konsisten, banyak rancu. Kalau bahasa Inggris kan nol = zero, kosong = empty. Jelas gtu. Kalau gw sih mikirnya “nol” itu untuk menunjukkan nilai atau karakter, sedangkan “kosong” itu untuk keadaan atau situasi. Misal: “Suhu di sini nol derajat celcius”, “Ruangannya kosong”.

Contohnya aja, kalo di matematika kan ada pelajaran himpunan (set). A={} jelas beda dengan A={0}. Himpunan A yang pertama tidak berisi alias kosong, sedangkan himpunan A yang kedua ada isinya, yaitu “nol”.

Lalu, contoh lainnya sebagai berikut: misalkan saya ambil sebuah kuliah yang dalam prosesnya terdapat 3 kali kuis.

Kasus 1: kuis pertama saya sukses jaya dan dapat 100; kuis kedua saya ikut namun tidak bisa sama sekali sehingga dapat 0; kuis ketiga saya belajar mati-matian dan dapat 100 lagi. Maka saat ini nilai rata-rata kuis saya adalah (100 + 0 + 100)/3 = 66,66.

Kasus 2: kuis pertama saya sukses jaya dan dapat 100; kuis kedua saya tidak ikut karena sakit sehingga nilai saya kosong, sekosong kertas jawaban kuis saya; kuis ketiga saya dapat 100 lagi. Maka saat ini nilai rata-rata kuis saya adalah (100 + 100)/2 = 100.

Kenapa nilai kedua tidak diperhitungkan. Ya ga lah, bahkan saya ga menulis nama dan jawaban di kertas jawaban kuis. Kalau dosennya baik sih harusnya ga diperhitungkan atau bakal diberi kuis susulan nanti-nanti. :P

Contoh lainnya, misal dalam suatu hubungan (relationship) yang dinilai dari 0 sampai 1. Sebut saja A dan B. Saat mereka belum saling kenal, nilai hubungan mereka kosong. Akhirnya suatu hari mereka pun berkenalan dan hubungan mereka akhirnya ada nilainya. Ketika A dan B sedang dekat-dekatnya, maka bisa dinilai hubungan A-B bernilai mendekati atau bahkan 1. Tapi kemudian A-B slek, tidak sependapat dan sejalan lagi ampe parah parah parah banget sehingga hubungan mereka bernilai 0. Walaupun nilainya 0, tapi A dan B sudah terlanjur kenal kan.

Sekian pemikiran random saya. Please CMIIW.

Ahh nulis apaan sih gw, random pisan. Makin ke bawah contohnya makin maksa dan ga relevan. -_-
Ya pokoknya gitu deh. Beda kan, kan, kan? :P #maksa
Gw sih sebagai manusia yang tentunya tidak sempurna hanya bisa mencoba dan terus mengingat untuk menyebut nol sebagai nol dan kosong sebagai kosong. #naon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s