saya ingin menjadi…

Sekuel dari postingan sebelumnya nih. :P

Jadi menjelang akhir-akhir masa gw sebagai mahasiswa strata-1 (amiiin… | kerjain TA nis, jangan nge-blog mulu. | iye iye… #monolog), gw mulai membayangkan hidup gw kedepannya gimana.

Entah mengapa yang sekarang terbayang adalah Annisa, ibu rumah tangga yang baik, berprofesi sebagai dosen, punya kerjaan sambilan juga di tempat lain, aktif di lingkungannya, dan aktif menyalurkan hobinya.

Dosen? Hmm kalau ngeliat gw sekarang pastinya ga cocok pisan ya jadi dosen. Murid biasa-biasa aja. Prestasi ga ada. Nah, inilah kenapa gw jadi mau sekolah setinggi mungkin (yap, kalo dilihat sekarang, gw memang anak yang malas, tapi punya pasangan yang sangat suka belajar sepertinya ber-efek positif juga ke gw :P). Gw pengen jadi pinter. Gw pengen jadi dosen yang menurut gw gaul dan asik ngajarnya, yang cara ngajarnya mudah dimengerti, yang mahasiswa pun senang masuk ke kelas gw. :D

Dan apa reaksi orang tua gw saat gw bilang mau sekolah terus dan jadi dosen?
“Haaa, sekolah mulu kapan kerjanya? Ngapain jadi dosen, gajinya kecil.”
ARGH. Yahhh setiap orang tua memang ingin anaknya hidup sejahtera, tapi ga semua dimulai dengan jadi dokter atau engineer terus kerja di oil company, tajir, bahagia, mati masuk surga, kan?

Kemarin ini gw ngobrol dengan seorang teman tentang cita-cita sebagai dosen ini. Dia tanya kenapa gw mau jadi dosen walaupun kayaknya kesejahteraannya pas-pasan. Hmm gw mencoba menjawab dengan melihat ke jurusan gw yang sepertinya mulai kurang dosen. Dosennya udah tua-tua dan sepertinya regenerasinya lambat. Lalu, melihat ke diri gw sendiri. Berhubung gw cewe rasanya gw ga menanggung beban untuk menjadi tulang punggung keluarga, menafkahi keluarga gw. Dan gw ga kebayang sih 24/7 di rumah. Harus ada aktivitas dikit lah. Bukan kerja banting tulang cari uang juga. Tapi ingin lebih seperti aktivitas yg dengan senang hati gw lakukan. Soal penghasilan nantinya cuma jadi nilai plus aktivitas tersebut aja. Analoginya sih: misalnya cowo-cowo yang suka main game, kalo tiba-tiba hobi itu menghasilkan uang ya alhamdulillah, kalo ga ya gapapa, tetep aja masih hobi main game. Dan cita-cita itu bisa dimulai dengan mencari suami yang sudah mapan dan berkepribadian, rumah pribadi, kendaraan pribadi. :P

Yah pokoknya gitu deh. Gw emang labil, cita-cita gw masih berubah seiring waktu. Tapi semoga yang ditulis di sini tercapai. Gapapa deh awalnya berliku-liku ga jelas, yang penting akhirnya ga jauh-jauh dari ini dan gw bisa bahagia dengan apa yang gw lakukan. Amin. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s