Aditya berasal dari bahasa Sansekerta, artinya matahari. Prabaswara artinya cahaya. Cocok dengan orangnya. Menghangatkan. Menerangkan.

Aditya Prabaswara itu teman terdekat saya selama satu tahun terakhir. Dari semua teman yang ada, dia yang paling spesial. Dia mungkin yang paling kenal saya lebih daripada diri saya sendiri. Bersama dia rasanya saya jadi orang yang lebih baik. Saya yang agak malas dan santai terus di-push untuk belajar dan mencoba banyak hal. Dia lah orang yang selalu mengingatkan dan meyakinkan saya bahwa saya bisa dan saya tidak bodoh. Kalau tidak bersama dia…..ah tidak terbayang.

Kami sudah dekat selama kurang dari dua tahun dan selama itu pula rasanya hubungan kami sudah “upgrade level” berkali-kali. Hehehe…

Diawali dengan hubungan yang biasa-biasa saja, dari luar tidak ada yang terlihat spesial di antara kami. Dengan rentetan kejadian car free day, malam swasta, dan karaoke, hubungan kami pun berlanjut ke level berikutnya. Awalnya terasa sangat awkward. Masing-masing masih mencari tau dan mencari kenyamanan satu sama lain. Untungnya saat itu jarak bukan masalah. Kami satu kelas, sampai bosan rasanya walaupun sebenarnya tentu saja tidak. :P Tempat tinggal tidak berjauhan, komunikasi pun lancar. Sampai akhirnya Aditya lulus lebih cepat dan bekerja di Jakarta.

Di sini lah level berikutnya dimulai. Kesibukan yang berbeda sangat mengubah pola komunikasi kami. Saya tentu berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengganggu dia di sela-sela pekerjaan. Intensitas pertemuan pun menurun drastis. Bertemu satu kali seminggu itu alhamdulillah banget. Saat saya akhirnya lulus dan pindah ke Jakarta Bekasi, hal tersebut pun tidak berubah. Jakarta – Bekasi atau Jakarta – Bandung tetap ada jarak. Walaupun besar jaraknya berbeda, effort-nya mungkin tidak jauh berbeda.

Setelah nyaman dan terbiasa dengan kondisi tersebut, Aditya ditugaskan ke Palembang untuk waktu 3 – 5 bulan. Yap, saatnya pertanda untuk masuk ke difficulty level berikutnya! Mungkin ini yang namanya long distance relationship. Berbeda pulau dan terpisah dengan jarak 600-an kilometer. Perbedaan kesibukan. Dan sulit untuk bertemu walaupun hanya seminggu sekali.

Life goes so so so so fast. Dalam dua tahun terakhir saja sudah banyak banget yang terjadi, misalnya perbedaan jarak ini. Dan itu belum termasuk cerita momen-momen penting selama dua tahun ini.

Dan cerita di atas itu belum seberapanya. Bukan tidak mungkin jarak kami akan terus lebar mengingat keinginan yang sangat besar dari Aditya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Tetapi sesungguhnya hidup memberi ujian secara bertahap. Cobaan, dalam hal ini jarak, diberikan secara bertahap. Ga ujug-ujug. Orang lain mah mungkin bilang ah cupu baru segitu aja. Tapi beneran lhoh kerasa banget soalnya awalnya selalu dekat, ga pernah jauh.

Ga kebayang sih nanti kalau harus beda negara. Kayaknya saya bakal berusaha banget biar bisa kuliah di tempat yang sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s