Dedikasi

Jadi, semalam (oh post ini ternyata udah lama ada di draft, tepatnya dari 29 Oktober 2011) saya makan bersama dengan dosen pembimbing Tugas Akhir dan anak-anak bimbingannya yang segambreng.

Bersyukur banget bisa dateng ke acara makan-makan ini. Emang udah jadi kebiasaan kalau selesai Tugas Akhir, dosen pembimbing yang satu ini mengajak anak bimbingannya makan bersama dan ngobrol-ngobrol. Dari pertemuan yang ga lama itu saya bisa lebih mengenal dosen pembimbing saya. Yang saya kira dia jahat karena nyuruh saya revisi sampai mampus, tapi ternyata dia super duper baik hati dan asik diajak ngobrol ini itu. :’)

Saat itu kita membicarakan berbagai hal. Mulai dari kuliah, dosen, mahasiswa, sampai kehidupan dia sebelum jadi dosen. Jadi, setelah lulus S1, dia sempat kerja kemudian melanjutkan S2, S3, dan mengikuti post-doc selama 4 tahun. Setelah itu, akhirnya ia mendapat pekerjaan sebagai dosen di kampus ini dan pulang ke Indonesia.

Saat itu saya bertanya-tanya, apa yang membuat dia mau jadi dosen. Padahal kalau diamati, tentunya pendapatan sebagai dosen di Indonesia ga seberapa dibanding dengan pendapatan sebagai researcher di luar negeri yang bisa sampai puluhan juta perbulan. Katanya, dengan tingginya pendidikan yang dia tempuh, sudah tidak memungkinkan untuk bekerja kantoran. Pilihannya cuma: researcher dan atau dosen. Dan dia cuma mau pulang ke Indonesia kalau jadi dosen di kampus ini.

Kemudian saya bertanya-tanya gimana gimananya jadi dosen karena saya juga tertarik dengan profesi yang satu ini. Kata dia, dosen itu harus berdedikasi dan berlatar belakang keuangan yang cukup.

Kalau sudah berdedikasi tentunya seorang dosen akan menjalankan kewajiban dan menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. Memang bukan hal yang mudah menjadi dosen. Menyampaikan ilmu sambil terus belajar, menghadapi berbagai jenis mahasiswa, melakukan riset, tetap sibuk dengan urusan administrasi, rapat ini itu, dan sebagainya. Seringkali hal-hal tersebut membuat lelah dan malas mengajar, tapi ia mencoba mengingat kewajiban yang harus dijalankan, dan bagaimana uang negara telah digunakan untuk membayar dia.

Berlatar belakang keuangan yang cukup. Dia sendiri bilang bahwa pendapatan yang diperoleh sekarang mah bukan apa-apa. Kecil. Namanya juga dosen, PNS. Kata dia sih kalo ga digaji juga gapapa, toh tabungan dia selama S2, S3, dan post-doc di luar negeri sudah mampu menunjang hidup dia.

Kombinasi dari latar belakang keuangan yang baik dan dedikasi yang tinggi membuat dosen tetap rajin mengajar dan tidak mengejar proyek sehingga siswanya tidak terlantar. Ternyata dia sendiri suka kecewa kalau ada dosen yang terima gaji iya tapi ga ngajar, jarang keliatan di kampus, kerjaannya proyekaaan mulu.

Selain obrolan tersebut, sebenarnya masih banyak lagi yang kita obrolin. Dan dari percakapan itu akhirnya saya paham kenapa dia rasanya se-nyebelin itu di kelas dan se-perfeksionis itu pas jadi dosen pembimbing. Ternyata itu semua adalah hal-hal positif yang dia peroleh saat dia melanjutkan pendidikan di luar negeri. Kalau kuliah ya jangan terpaku sama yang ada di kelas, wawasan juga harus diperluas dengan ilmu-ilmu dari luar kelas. Jadi mahasiswa jangan bisanya cuma ngerti cara ngitung aja, tapi harus ngerti konsepnya. Kalau penelitian ya emang harus bagus, ga boleh setengah-setengah. Dan lain lain…. Semua itu dia terapkan supaya siswanya tuh ga kayak dia pas masa-masa kelam dulu. Saya ga nyangka dia se-so sweet itu. Ahh, saya jadi terharu. Emang harus ngobrol banyak ya sampai kita tahu seseorang itu aslinya seperti apa. :’)

Setelah ngobrol-ngobrol itu makin besar keinginan saya untuk jadi dosen. Jalannya masih panjang. Ilmu saya masih nol besar. Semoga saat waktunya tiba saya siap dan punya dua kriteria tersebut, berdedikasi dan berlatar belakang keuangan yang memadai. :)

2 thoughts on “Dedikasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s