beach escape to Bira Island

26-27 November 2011 yang lalu saya, Diska, Copi, Ira, Bagas, Nicky, Iwan, Hilman, Mac, dan Yaka berlibur ke Pulau Bira.

Pulau Bira terletak di utara Jakarta, satu dari sekian banyak pulau di Kepulauan Seribu. Untuk mencapai ke sana, diperlukan waktu 3 jam dari Muara-Angke-yang-astagfirullah-baunya-dahsyat ke Pulau Harapan dengan menggunakan kapal angkutan masyarakat dan 30 menit dari Pulau Harapan ke Pulau Bira dengan menggunakan kapal nelayan, yang namanya sebut saja “Sexy Beach” — spelled as \ˈbēch\, not \ˈbich\ yaa. :))

Memulai perjalanan pukul 08.00 pagi, alhamdulillah kita sampai di Pulau Bira pukul 12 kurang dikit. Setelah sampai, kami langsung meletakkan barang-barang di cottage yang telah disediakan, lalu makan siang di depan cottage di tepi pantai. :3

Setelah makan siang nan unyu, kita langsung swimsuit up! Lalu island hopping dengan mengendarai kapal. Setelah snorkeling, kami ke Pulau Bira Kecil, lalu main-main pasir di pantai. That was superfun and amazing! Dalamnya laut yang saya liat baru secuil itu aja udah subhanallah bagusnya.

(foto dari album di facebook-nya Mac)

Saya sendiri baru pertama kali snorkeling, tapi guide kita, Pak Man baik bangettt. Dengan sabar ngajarin snorkeling ke kita kita yang newbie. :’) Saya juga diajarin nyelam untuk ambil bintang laut. Tapi susah banget dorong badan ke dalam air, trus belom juga sampai ke bintang laut-nya eh napasnya udah abis. Minum air laut deh. Huee asin! :-S

Oiya, pas lagi snorkeling itu, salah satu teman, sebut saja Yaka mengalami musibah. Ga sengaja dia injak bulu babi. Sejak itu Yaka jadi sensi sama bulu babi. Yaka kok gitu ya, kasian kan bulu babinya. :_(

Iya, itu bulu babi. Kok anak kecil itu jagoan? Iya, dia emang dewa banget. Bulu babi emang bisa dipegang, walaupun saya masih ga paham gimana dan di mana pegangnya. Hahaha… FYI, dia keponakannya Pak Man, nemenin kita juga selama snorkeling.

Walaupun keliatannya serem, durinya bulu babi itu tajam tapi rapuh. Kalau kata Yaka sih pas keinjak kayak disuntik tapi sama banyak jarum. -_-
Penanggulangan pertama kalau injak bulu babi:

1. Lepas duri yang masih panjang dari tubuh kita.
2. Karena durinya rapuh, pukul-pukul daerah yang tertusuk supaya durinya yang masuk ke kulit hancur. Kalau mau dikeluarin susah banget soalnya.
3. Setelah itu minum obat penghilang rasa sakit, siapa tau badan meriang atau panas.

Bulu babi biasanya terletak di daerah laut dangkal menuju dalam. Jadi kalau jalan dari pantai mau ke laut dalam harus hati-hati karena ini ranjau banget. Minesweeper level 1000!

Telor bulu babi bisa dimakan. Caranya potong dulu duri-durinya, lalu belah. Katanya sih enak. Kalau di Sushi Tei pokoknya mahal lah. Hahaha… Tapi saya ga berani coba, geuleuh. Kata Nicky sih rasanya amis banget dan asin.

Tak terasa hari sudah sore, lumayan lama juga kami bermain-main di laut. Akhirnya kami pulang saat matahari mulai terbenam.

Aww that was the most beautiful sunset I’ve ever seen. :’)

Di perjalanan pulang, angin sepoi-sepoi, berhembus dingin ke kami penumpang kapal yang bau laut. Langit jingga mulai gelap. Hening. Ah, life. Merasakan alam, tidak disibukkan dengan gadget masing-masing, hati senang, damai.

Sebelum makan malam, kami mandi dulu. Dengan susah payah. Air keran kecil banget. Cukup menyulitkan untuk keramas bagi cecewe yang rambutnya panjang. Belum lagi airnya yang payau, rasanya badan masih licin dan ga bersih-bersih.

Oiya pas mandi ini juga baru sadar kalau di kaki banyak luka karena kena karang. Yang paling parah sih kaki Copi. Kalau saya cuma luka-luka kecil plus biru-biru di tangan dan kaki. Mungkin karena karang, ubur-ubur, atau karena extreme landing pas naek ke kapal. Eh seriusan lhoh saya ga bisa naik ke kapal dari dalam air. T__T

Maka saran saya:

Gunakanlah swimsuit yang berlengan dan kaki panjang supaya tidak disengat ubur-ubur.

Pakailah fin supaya aman dari karang dan bulu babi.

Belajarlah naik ke kapal dari dalam air. Penting!

Ya begitulah kira-kira.

Selanjutnya makan malaaam! Hidangan makan malam tentu saja ikan. Ikan bakar dan sambalnya enak banget. Setelah makan, kami mengobrol dan main kartu sampai larut malam. Lalu tidur.

Hmm.. Tidur kali ini bener-bener penuh gangguan, mulai dari udara yang ternyata panas nan gerah, lalu suara cicak dan tokek yang bikin saya takut banget, sampai sepasang tupai yang masuk ke dalam kamar karena pintu kebuka dan banyak sampah makanan. Heboh pisan yah -_-
Belum lagi Yaka yang bilang kalau suasana kamar cecewe ga enak dan akhirnya bikin kita ga berani tidur di kamar itu. Yaka nih jadi suka melucu dan menganeh ya semenjak kena bulu babi. ._.

Walaupun awalnya susah tidur, lama-lama dipaksa bisa juga sih.

==========================================================

Yeay hari kedua liburan! Hari terakhir dari short trip ini juga sih. Huks..

Pagi ini dimulai dengan berjalan-jalan di Pulau, tak lupa berfoto-foto. :P
Setelah itu teman-teman pada snorkeling lagi di dekat dermaga. Tapi saya ga ikut soalnya tangan kiri bengkak dan rasanya pegal ga enak banget. Napas juga kurang enak, mungkin karena tempat tidurnya berdebu. Jadi takut deh mau main air. Takut ga bisa ngambang, takut kurang napas. Haha..

Snorkel kemudian dilanjutkan di dekat Pulau Bira Kecil. Saya ga ikut. Yaka juga ga ikut. Bagas-yang-kayak-bapak-bapak-liburan-tapi-mager tadinya mau memancing. Oh ternyata yang dimaksud Pak Man dengan memancing itu adalah menangkap ikan dengan jala, di dalam air. Baiklah. Akhirnya sagab ikut snorkeling juga. Oiya, saya baru tau kalau Hilman ga bisa berenang tapi dia berani main air lhoh, di laut! Yahh walaupun dia ga pernah jauh-jauhdari pelampung sih. Hehe tapi salutlah, beranian gitu. :)

Sekitar satu jam di atas kapal nungguin temen-temen eneg juga ya. Oleng oleng gtu. Untung ga sampai mabok laut. BTW, pagi hari di pulau terpencil kayak gini enak banget. Langitnya biru, airnya jernih, suasananya hening. Rasanya pengen merenung memikirkan masa depan dan bangsa aja deh.

Menjelang siang, air pasang dengan cepat. Daerah pantai pun menyusut dengan cepat. Panas matahari mulai membakar. Sekitar pukul 10, kami menyudahi snorkeling ini. Oleh-oleh liburan kali ini untuk Ira adalah sengatan ubur-ubur di bibir. Untung aja ga berefek kayak Angelina Jolie ya, ra. ;)

Sampai di cottage, kita mandi dan bersih-bersih sekaligus packing. Makan siang. Lalu cabcus ke Pulau Harapan untuk mengejar kapal menuju Muara Angke.

Sampai di kapal…eng ing eng…ternyata udah rame. Untungnya kita masih dapat tempat dan posisi yang lumayan pewe untuk istirahat. Yahh walaupun akhirnya ga bisa juga sih karena udaranya panas banget. Sauna alami. Banjir keringat. Badan rasanya sampai lengket-lengket iyuuh. :_(

Perjalanan 3 jam menuju Angke terasa lamaaa sekali sampai air laut tidak lagi biru dan bau amis mulai menyerbak. Yap, itu kira-kira tinggal beberapa ratus kilometer dari Angke.

Sampai di Angke, tantangan selanjutnya ya itu ga perlu disebutkan lah ya.

Ah udah sampai lagi aja di Jakarta, berarti liburannya sudah berakhir. Sampai jumpa di acara berlibur selanjutnya, temans. :)

Alhamdulillah liburan yang menyenangkan dan berkesan. Langit dan cuaca cerah nan bersahabat. Pelayanan memuaskan dari warga dan guide di Pulau Bira.

Dua hari satu malam. Sepuluh sahabat. Seribu pulau. Sejuta cerita. <3
Terima kasih, temans. Bener-bener sweet escape dari masa pengangguran. #eh #curcol

One thought on “beach escape to Bira Island

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s