Pemilihan Moda Transportasi bagi Penduduk Kota Satelit

Pendahuluan

Banyaknya peluang kerja di kota besar menyebabkan banyaknya orang bermobilisasi untuk menetap di kota besar. Sebagian manusia lain bernasib tinggal di kota-kota sekitar kota besar, sebut saja kota satelit. Hal ini seharusnya tidak masalah apabila sarana dan prasarana transportasi umum di negara tersebut baik. Dalam kasus seperti kota Jakarta, di mana sarana dan prasarana transportasinya tidak ada bagus-bagusnya, yang terjadi adalah kemacetan yang membuat naik pitam selama jam berangkat dan pulang kerja.

Buruknya sarana transportasi umum didukung dengan ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasinya dan lebih didukung lagi oleh daya beli dan jiwa konsumtif manusia Indonesia menyebabkan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kota telah membuat peraturan seperti 3 in 1 di jam berangkat dan pulang kerja guna mengatasi masalah tersebut. Namun apa daya, di balik akal pasti ada akal yang lebih baik lagi, muncullah fenomena joki 3 in 1 di kawasan sebelum 3 in 1 berlaku.

Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dicari solusinya, dirumuskan sebagai berikut:
1.  Bagaimana seorang pekerja, sebut saja bernama Annisa, bertempat tinggal di Bekasi dan akan bekerja di daerah Sudirman berangkat dan pulang setiap harinya?
2. Moda transportasi apakah yang sebaiknya ia gunakan?
3. Bagaimana kelebihan dan kekurangan moda transportasi yang ia gunakan tersebut?

Batasan Masalah

Terlalu banyak batasan masalah dalam kasus ini. Annisa bekerja pada jam 8.30 setiap paginya namun ia sulit bangun pagi. Annisa tidak menyukai transportasi yang sesak dan sempit karena ia mengalami sedikit masalah dengan ruang sempit. Annisa tidak suka asap kendaraan karena ia menderita asma. Annisa hanya ingin tranportasi yang nyaman, dingin, dan berperikemanusiaan. Annisa banyak maunya.

Tujuan

1. Untuk mendapatkan moda tranportasi yang paling baik untuk Annisa, dan
2. Untuk melakukan analisis terhadap jenis moda transportasi yang digunakan.

Metode Penelitian

Pengalaman pribadi. :’)

Isi

Gambar berikut adalah perjalanan Annisa setiap hari dari Jakasampurna, Bekasi (A) ke Jalan Sudirman, Jakarta Pusat (B).

Jarak dari A ke B menurut google maps adalah 21.2Km dan dapat ditempuh dalam waktu 22 menit. (22 menit? Ngarep apa lo?!)
Sesungguhnya dunia memberikan banyak pilihan kepada kita, hanya kita saja yang terlalu memilih. Begitupun juga dengan moda transportasi, terdapat beberapa pilihan seperti berikut:

1. Commuter line
Commuter line atau yang biasa dikenal sebagai KRL merupakan salah satu moda transportasi anti macet yang dapat jadi pilihan. Untuk menuju Kawasan Sudirman dari Bekasi, penumpang dapat naik Bekasi Ekspress arah Tanah Abang dan turun di Stasiun Sudirman dengan harga tiket Rp9000,-. FYI, Stasiun Sudirman itu terletak di antara Stasiun Mampang dan Karet. Berikut jadwalnya (sumber-Bekasi Ekspress wiki):

Bekasi – Sudirman – Tanah Abang :
06.11* ; 08.15* ; 17.18* ; 16.30* (via Pasar Senen) ; 18.00*
Tanah Abang – Sudirman – Bekasi :
06.45* ; 08.52* ; 16.35* ; 17.20* ; 18.37*

Commuter Line

Sumber gambar: website KRL

Commuter line juga dilengkapi dengan gerbong khusus wanita yang terletak di paling depan dan belakang kereta. Dengan gerbong ini dan ditambah kewaspadaan dan kehati-hatian, insya Allah perjalanan jadi lebih aman dan tentram. O:)

Satu hal yang disayangkan dari pilihan ini adalah cukup jauhnya stasiun kereta dari rumah subjek. Lalu, dunia commuter line saat jam berangkat dan pulang kerja itu…keras! Bayangkan kompetisi meraih tempat duduk dengan bapak-ibu ambisius dan pemuda-pemudi malas berdiri. Siapkan betis dan lengan karena selama sekitar 50 menit anda akan berdiri berdesak-desakan. (OK, skip!)

2. Bus
Salah satu bus yang dapat memfasilitasi perjalanan Bekasi-Jakarta adalah bus Patas AC Mayasari Bakti (AC05 atau AC52), yang trayeknya dapat dilihat di sini. Biasanya di tol Jatibening, banyak orang yang menunggu bus ini di pinggir jalan tol. Dan persaingan tersebut cukup keras. Ketika bus datang, orang-orang akan seperti zombie yang melihat daging. :-S

Sebenarnya bus ini nyaman. Rata-rata bus Mayasari Bakti AC05 dan AC52 menggunakan mobil yang masih baru dan AC nya masih dingin. Namun, di jam berangkat dan pulang kerja, pilihan ini: a BIG NO NO NO!

3. Bus kantor
Alhamdulillah salah satu perusahaan vendor telekomunikasi di daerah Sudirman tempat Annisa bekerja cukup berbaik hati untuk menyediakan bus bagi karyawannya yang bertempat tinggal di sekitar Jakarta. Sebenarnya naik bus kantor cukup nyaman, yang jadi masalah adalah ia berangkat pukul 6.15 dari tol Bekasi Barat (ditandai lingkaran merah dalam peta di atas). Yang berarti Annisa harus mundur untuk maju. Dan itu pagiii banget. Ga ga ga kuat… Oleh karena itu, bus kantor hanya dipilih sebagai moda transportasi ketika pulang. :)

4. Omprengan
Omprengan adalah mobil pribadi yang digunakan sebagai transportasi bersama saat jam berangkat dan pulang kerja, semacam nebeng mobil orang untuk pergi ke tujuan yang sama. Omprengan biasanya berada di tempat-tempat strategis (untung salah satu tempatnya adalah di dekat rumah).

Sesungguhnya penemu omprengan adalah orang yang jenius dan sangat ingin berbagi. :’)
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi omprengan:

  1. Dapat melewati 3 in 1 tanpa menggunakan joki yang biasanya kotor, bau, mencurigakan, dan tidak dapat dipercaya. (Masih ga paham sama orang yang mau pakai joki. Kok berani ya masukin orang asing ke mobil sendiri?)
  2. Kalau menggunakan joki harus membayar, jadi omprengan adalah kebalikannya. Tarif omprengan sekitar 10-12ribu per orang. Uang itu kemudian dapat digunakan untuk mengisi bensin dan membayar tol. :D
  3. Mendapat kenalan baru. Karena yang biasa naik omprengan adalah pekerja, ada kemungkinan antar pengguna omprengan memiliki bidang pekerjaan atau interest yang sama. Misalnya saja saat itu pemilik mobil dan pengguna omprengan sama-sama bekerja di bidang marketing. Akhirnya di 2 jam macetnya tol dalam kota mereka mengobrol banyak dan bertukar pin BB.

Omprengan biasanya dikenali dari jenis mobilnya. Umumnya adalah mobil-bukan-sedan (SUV ya sebutannya?) seperti Kijang, Rush, Avanza, Xenia, Captiva, APV, Grandmax, Carry, dan sebagainya. Namun tidak menutup kemungkinan ada omprengan bermobil sedan.

Terdapat dua kategori omprengan: omprengan-sebagai-pekerjaan dan omprengan-sebagai-sambilan.
Omprengan-sebagai-pekerjaan (OSB) berorientasi uang. Ia akan menunggu sampail mobil penuh dan akan memasukkan sebanyak mungkin penumpang ke dalam mobilnya yang kecil dan panas dan sempit. Misalnya mobil Carry dengan konfigurasi depan supir + 1, tengah 3, dan belakang 6. Bayangkan! Tega bukan! Hal ini akan lebih kejam lagi saat jam pulang kantor. Di depan akan diisi supir +2, tengah 4, dan belakang 6.
Kategori kedua adalah omprengan-sebagai-sambilan (OSS). Biasanya mobil pribadi orang yang bekerja di daerah Jakarta. Dengan harga yang sama, mobilnya lebih nyaman, bagus, dan dingin. Dan manusiawi. Kelebihan menggunakan OSS adalah biasanya pemilik mobil tidak terlalu lama menunggu, ketika sudah telat ia akan berangkat dengan jumlah penumpang seadanya. (Lega dehh~)

FYI, pool omprengan pulang daerah Thamrin-Sudirman berada di RS Jakarta atau di Plaza Semanggi. Biasanya mobil tersedia dari pukul 16.30 sampai 19.00. CMIIW.

Dengan segala penjelasan dan pertimbangan di atas akhirnya dipilihlah moda transportasi omprengan untuk berangkat kerja. Berikut kelebihan dan kekurangan omprengan:

  1. Semakin pagi berangkat ke pool omprengan, akan semakin cepat naik dan berangkat sehingga (bisa) terhindar dari macetnya tol dalam kota. Setelah jam 6.30 biasanya omprengan mulai sepi dan harus menunggu sehingga penumpang berangkat semakin siang dan semakin kena macet. FYI, seperti yang terlihat dalam peta di atas, macet biasanya dimulai di poin 1 (Jatiwaringin) sampai dengan poin 2 (Mampang – Kuningan), selain itu lancar jaya. Aneh.
  2. Omprengan tidak dapat diandalkan setiap saat. Misalnya saat weekend atau saat terjadi demo buruh di jalan tol beberapa hari lalu yang menyebabkan jalan tol macet total.
  3. Walaupun dunia macet, nikmatilah waktu anda di omprengan dengan istirahat (baca: tidur). Karena kalau kita bangun yang ada hanya bosan dan rasa ingin marah-marah. Manfaatkanlah waktu tersebut. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan mengucapkan terima kasih ke pemilik mobil ketika turun.

Sekian.

Lumayanlah, buat draft tesis.

4 thoughts on “Pemilihan Moda Transportasi bagi Penduduk Kota Satelit

  1. mba anissa makasi infonya, jadi kesimpulannya kalo dari bekasi mw ke sudirman, lebih tepatnya SCBD, tetep lebih enak naek mobil ketimbang kereta ya? dan kemungkinan itu juga lebih dipersempit karena patas AC juga gak manusiawi? jadi satu2nya solusi yg masuk akal cuma omprengan y? ngomong2 kl dari tol bekasi barat (giant) di sebelah mana y biasanya omprengan2 itu mangkal dan bagaimana bedain ciri2 omprengan yg OSB sama OSS?
    terakhir kl ke dalam kompleks SCBD sendiri itu gk ada angkutannya y? harus naik ojek lagi? mahal gak y?
    kl dipikir2 kayaknya perjuangan dari bekasi ke sudirman sulit banget, apakah menurut mbak ngekos deket sudirman bisa jadi solusi juga atau kemahalan jadi biayanya gak nutup?

    sori y kebanyakan nanya hihi thx b4

    1. Hai!
      Hmm kalo menurut saya naik mobil lebih praktis, bisa langsung turun di daerah yg diinginkan. Kalo naik kereta, abis turun di Stasiun Sudirman, perlu naik busway lagi.
      Ya itu sih saya aja yg bilang ga manusiawi karena males nunggu patas AC di pinggir tol Jatibening dan (mungkin) berdiri di sepanjang jalan.

      Kalo dari tol Bekasi Barat, omprengan ada di depan Giant. Kalo mau ke SCBD, naiknya yang arah Blok M.
      Pengelompokkan OSB dan OSS mah saya aja yang buat2. Hahaha :))
      Kalo udah naik nanti bisa bedain sendiri kok. Tapi rata-rata omprengan sekarang mobilnya udah enak-enak. :D

      Hmm saya kurang familiar dgn kawasan SCBD jadi kurang tau deh masuk ke sana ojeknya gimana.

      Ngekos bisa jadi solusi sih. Setidaknya ga buang waktu di jalan. Kost-an daerah sana setau saya sekitar 800rb – 1 koma sekian deh (belum pernah survey sih). Cari tau dan coba hitung sendiri aja. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s