demo

Beberapa saat yang lalu Ibu bilang ke saya supaya besok ga usah pergi ke kantor, karena katanya bakal ada demo super heboh. Kebetulan kantor saya terletak di daerah Sudirman, cukup dekat dengan pusat demo yang biasanya di HI. Cukup strategis juga untuk kena macet atau rusuh. Iya, Ibu takut kalo demo besok berujung kerusuhan. Tapi apa daya, sudah hampir seminggu saya tidak masuk kerja karena sakit. SMS dari atasan pun mulai berdatangan. Saya besok harus masuk! (9′-‘)9

Entah kenapa ya, perasaan makin kesini yang namanya demo makin seriiing aja. Kadang akun twitter @infojakarta sampai nge-post list demo yang bakal terjadi di hari tertentu. Segitunya.

Kelakuan orang saat demo juga makin aneh-aneh dan ekstrem, misalnya dengan bakar diri. Ga paham ya tujuannya apa. Saya berduka atas kematiannya. Tapi ya ga paham aja, seakan kalau bakar diri akan menyelesaikan masalah. Bukannya sia-sia ya? Hidup yang bisa dibuat lebih produktif, lebih berkarya, dan lebih membahagiakan dan membanggakan bagi orang sekitar, malah dibuang begitu saja.

Ada lagi bentuk demo yang merugikan orang banyak, misalnya dengan menutup jalan tol. Sungguh ya ga paham dengan isi kepala para pendemo itu. Penutupan jalan tol jelas merugikan buaaanyak orang, menghambat distribusi barang, merugikan usaha jasa travel, melumpuhkan banyak sektor, dan merugikan perusahaan yang di demo juga. Katanya mau naik UMR, kok perusahaannya dibikin rugi, nanti investornya cabut dong, trus bangkrut, pada di PHK deh. Mamam!

Hmm gini ya, orang-orang demo katanya untuk membela hak blablabla. Tapi, dengan demo itu seringnya sih mereka merugikan orang lain juga. Misalnya dengan menambah kemacetan Jakarta yang terima-kasih-udah-macet-banget-jangan-ditambah-tambah. Bikin ga simpatis ga sih? Orang-orang jadi berharap banget ga ada demo-demo-an.

Trus gimana mau terjadi perubahan kalo ga demo? Gimana mau beraspirasi? Kalo menurut saya sih jangan apa-apa dikit di demo-in. Kalo demo keseringan, demo yang serius juga jadi ga berkesan. Coba kalo jarang-jarang demo, sekalinya demo kan pasti orang penasaran. “Eh ada apa nih, kok tumben ada demo.” Begitu.

Nah, terus demo besok yang katanya super itu untuk apa sih? Demo menentang dihilangkannya subsidi BBM katanya. Kenapa ditentang? Ah palingan itu orang-orang mampu yang ga mau spend lebih banyak uang untuk kebutuhan bensinnya. Alasan pribadi huh. Orang-orang di pelosok aja sudah sejak lama membeli bensin yang jauuuh lebih mahal dari harga dibayar oleh orang-orang kota. Saya sih setuju aja kalo subsidi BBM dihilangkan. Yaudah sih harganya naik, berarti kurangin penggunaan kendaraan pribadi, sering-sering naik kendaraan umum. Terus semoga jumlah kendaraan bermotor di jalanan berkurang, jadi ga macet deh. Terus demand terhadap transportasi publik meningkat, jadi uang yang harusnya untuk subsidi BBM itu dialihkan untuk perbaikan transportasi publik. Indonesia jadi oke dan kece deh! Iya itu pendapat saya optimis dan juga mungkin egois karena ga memperhitungkan kenaikan harga-harga barang. Berarti berdoa juga deh semoga budaya konsumtif berkurang, dan masyarakat lebih bijak dan memiliki prioritas yang baik dalam membelanjakan uangnya.

Yah intinya gitu, saya ga suka demo-demo-an kecuali demo masak. Terserah mau dibilang cuek dan ga peka. Ga memberi solusi pula. Saran saya, kurang-kurangin lah itu demo yang makin lama makin ga efektif. Kalau mau solusi, mulai dari diri sendiri dulu deh. Tanggung jawab sama pendidikan dan pekerjaan sendiri. Jadi orang jujur dan baik. Lalu ambil posisi-posisi di pemerintahan. Ubah yang bobrok dan di-demo-in terus itu dari dalam. Emang ga instan, tapi hopefully di masa depan ada hasilnya. :)

racauan malam sebelum tidur.
demo-ers, jangan rusuh ya besok, kasian banyak orang tua di rumah yang khawatir, termasuk bapak ibu saya :)

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s