egois

Rabu, 4 Juli 2012

Makan siang hari ini cukup membuat emosi. Bukan karena makanannya, tapi karena pengunjung tempat makannya.

Siang tadi, saya makan di warung ayam penyet dengan seorang teman. Kami keluar makan siang agak telat sehingga tempat makan sudah cukup ramai dan penuh. Yasuw, kami pesan makanan dulu dan duduk di kursi dekat sebuah meja panjang sambil menunggu makanan jadi dan menunggu pengunjung di meja panjang itu selesai makan.

Meja itu hanya bisa ditempati di satu sisi dengan 4 orang duduk berjejer, 5 lah kalau mau maksa sempit-sempitan.
Kami hanya berdua, sehingga maksimal bisa menambah 3 orang lagi.

Setelah pengunjung sebelumnya selesai makan dan pergi, saya dan teman langsung duduk. Kemudian ada 4 orang ibu-ibu muda yang baru datang dan mau duduk juga. Tapi bagaimana bisa, tidak muat. Salah satu dari kami pun disuruh untuk menduduki kursi di bagian luar meja agar mereka berempat bisa mendapat kursi dan meja. Kami tidak mau pindah karena space-nya tidak cukup. Dan, hey, kami sudah menunggu lebih dulu dan cukup lama.

Akhirnya mereka tetap duduk bersempit-sempit disamping kami, plus satu orang yang duduk di kursi di luar meja.
Apakah masalah selesai sampai di sini?
Tidak.

Sambil memesan makanan (ya, mereka benar-benar baru datang dan pesan) dan menunggu makanan datang, mereka malah cerita sambil toa dan menyindir-nyindir kami. Bilang kami egois lah blablabla.
Tak lupa dia mengatakan bahwa anak muda jaman sekarang itu egois, misalnya dengan ga memberi tempat duduk buat orang tua dan ibu hamil di bus dan kereta, dsb.
Okay, saya dan teman hanya diam. Survey mengatakan bahwa membalas ibu-ibu bawel itu tak ada gunanya.

Akhirnya waktu makan siang dilalui dengan makan cepat karena ga betah dan bad mood. -_-

Setelah itu saya berpikir? Egois kah saya?
Tadi saya hanya berpikir karena saya datang duluan dan sudah memesan makanan maka saya berhak duduk. Lagipula makanan saya sudah mau datang, sedangkan mereka baru memesan.
Selain itu apabila mereka meminta baik-baik juga saya mungkin akan mempertimbangkan keegoisan saya.

Gini ya, jujur aja saya paling ga suka orang-tua muda (apa sih nisss?! -_- ya maksudnya orang dewasa yang tidak tua renta gtu) yang manja. Manja di sini maksudnya adalah ga mau ngantri. Maunya diperlakukan spesial. Menurut saya, kalau anda terlihat berhak mendapat perlakuan spesial (orang tua, ibu hamil, orang sakit), ya bakal dapet kok. Tapi, kalau sehat segar bugar masih bisa ngomongin apalagi nyindir-nyindir orang, ya jangan ngarep lah. Malah bikin ga respek bu.

Yah intinya gtu deh, jadi orang jangan manja. Jangan mentang-mentang lebih tua jadi bisa semaunya, merasa ga perlu ngantri.
Budayakanlah mengantri.

Kamu egois, saya juga. Semua orang egois kok, sukanya mikirin diri sendiri dulu.

Ah apa sih, ngelantur! X(

Posted with WordPress for BlackBerry.

One thought on “egois

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s