Pendidikan

Sebagai pasangan muda yang dikelilingi bapak bapak ibu ibu yang sudah memiliki anak lucu lucu, tentunya banyak banget pelajaran yang bisa saya ambil setiap mereka ngobrol ngobrol. Salah satu topik yang paling heitz adalah tentang pendidikan anak-anak.

Salah satu hal yang unik di compound tempat kami tinggal sekarang ini adalah bahwa community-nya (jauuuh) lebih besar dari kampusnya sendiri. Yang kadang membuat saya bertanya-tanya, apakah selain pusing ngurusin hal akademik, pak rektor juga dipusingkan dengan keluhan community tentang bus kampus yang telat dan atap rumah warga yang bocor? Yang lebih unik lagi, dengan community berjumlah 6000++, sepertiganya adalah bocah, dan membuat jumlah student di school >>> student di university.

Sekolah di sini berkurikulum internasional, yang tentu sangat berbeda dengan kurikulum di Indonesia. Di kurikulum ini si anak lebih diarahkan untuk mengenal diri dan potensinya. Kalo suka science ya monggo, kalo anaknya art abis ya monggo. Mereka bahkan dibukakan wawasannya tentang pekerjaan apa yang saat ini belum ada, tapi mungkin bakal lahir saat mereka usia produktif nanti. Ya bayangin aja, jaman emak bapak kita dulu mana kebayang kalo hari gini ada profesi sebagai video blogger.

Salah satu hal yang jadi concern teman-teman di sini adalah ketelatan anaknya untuk calistung dibandingkan dengan anak yang bersekolah di Indonesia. Ya gimana ga, hari gini di Indonesia bocah mau masuk TK udah dites kalkulus sama pidato dulu kali. Luar biasanya lagi, sekarang ada bimbel untuk anak TK (what the…). Meanwhile di luar sana anak anak seumur gitu masih bahagia main main. :))

Menurut saya pribadi sih gapapa ya dijejalin ini itu sejak kecil, asal si anak emang tertarik dan ga tertekan. Toh guru di sini juga bilang, mereka ga bakal buta huruf dan hitung selamanya kok. Pas elementary school, mereka akan bisa baca dan hitung karena ketemu hal itu di sekolah secara regular, saat mereka memang sudah harus fokus untuk belajar.

Yang jadi pertanyaan, apakah perlu bisa baca hitung di usia sedini itu? Apakah dengan bisa baca dan hitung lebih dulu, anak tersebut akan menjadi yang terdepan nantinya?

4 thoughts on “Pendidikan

  1. Di singapore jg ada bimbel untuk TK nis. Fenomena ini amazing banget sih emang..
    Kalo gw dulu motivasi belajar baca di usia dini demi bisa baca tabloid fantasi LOL

    1. Kalo gw sih biar bisa baca majalah bobo. :D

      BTW, temen yg dulu di singapore cerita, pas mau masukin anaknya ke TK ama gurunya diwanti2 “tolong ya anaknya diajarin calistung sebelum masuk, kita ga mengakomodasi hal itu”. Lah terus guru TK nya ngajarin apa ya? :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s