Nama

Hai hai hai!

So, semalam saya dan Aditya menghadiri gala dinner buat student dan spouse dalam rangka menjelang wisudaan class of 2015. Biar ga wisudaan, kita sih ikutan aja, karena gala dinner means makan gratis means ga usah masak makan malam, yeay!

Selain makan-makan, di acara ini juga ada hiburan musik-musik lokal yang genrenya itu-itu saja. Sembari menikmati musik Arab ajep ajep, kami melihat ada antrian panjang. Ternyata ada photo booth dan calligraphy booth. Kita pilih calligraphy booth pastinya, karena hellowww photo booth mah di Indonesia banyak beut, di mall ampe nikahan orang juga ada.

Ini hasil kaligrafi nama saya:

PSX_20151216_094306

Kewl yaaa. Si mas nya pasti kalo nulis daftar belanjaan juga enak diliat.

Setelah saya post gambar ini di Path, ada komen dari nak Rousyan tentang penulisan nama saya (yang menginspirasi saya untuk nge-post ini, thanks!).

Nama saya Annisa Fitri. Orang tua memberi saya nama demikian karena saya anak wanita yang lahir saat Idul Fitri, artinya juga wanita yang suci. Aamiin.

Tulisan di atas bacanya Anisah Fitri. Dari awal saya ke Saudi, saya heran kenapa orang Middle East selalu nulis nama saya sebagai Anisah, sampai akhirnya room mate saya pas hajj yang orang Egypt jelasin ke saya.

Teman: Your name is beautiful. It’s Arabic word. Do you want me to write it in Arabic?

Saya: Thank you. Yes, sure.

T: (menulis “Anisah”)

S: Hmm…but my name is Annisa, means a woman.

T: Really? But it means friendly person who nice to talk with.

S: ……

Lah, selama 26 tahun ini saya salah mengerti dong. Untung weh artinya masih bagus. Ternyata kalo mau artinya “woman”, namanya ya “Nisa” aja. Hoo, arasseo!

Masalah perbedaan tulisan Latin dan Arabic ini juga terjadi di nama bapak saya. Karena nama saya hanya dua kata (sedangkan kalau mau ke Saudi nama di paspor mesti tiga kata), saya menambahkan nama bapak di belakang nama saya: Rachmad. Nama bapak memang ke-Arab-Arab-an, tapi “dimodif” dikit.

Ketika membuat iqama (Saudi residence ID), instead of رحمت mereka menuliskan sebagai راشماد .

Saya: Hmm tapi mbak, walaupun tulisannya begitu, itu bacanya “Rahmat”, jadi mestinya ditulis sebagai رحمت .

Mbak Arab: Tapi ini bacanya “Rasymad”.

S: Itu bahasa Arab kok, mbak. Di bahasa kami, “ch” dibaca “h” dan “d” dibaca “t”.

MA: Tapi ini dibaca Rasymad, dan saya harus tulis apa adanya.

S: Yowes, ikut kata si mbaknya aja lah.

Jadi, berdasarkan pengalaman ini:

  1. dalam memberikan nama anak mungkin sebaiknya tiga kata,
  2. kalau mau memberikan nama yang ada unsur bahasa asingnya, serap lah apa adanya kalau ga mau dituliskan atau diartikan berbeda,
  3. kalau mau kasih nama anak, cek dulu arti kata tersebut di bahasa lain, jangan sampai artinya jelek.

Untuk poin nomor 3, di sini saya menemukan orang bernama Malass dan Setan. Orang tua pastinya kasih nama yang bagus buat anaknya. Well, saya ga paham artinya Setan dalam bahasa Arab, tapi kalo di bahasa Indonesia, setan dan syaithon artinya sama sama setan. :|

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s