Sibuk vs Kurang Perencanaan

Hallo… Happy new year!

Luar biasa, ternyata saya baru saja melewatkan 2016 tanpa nge-blog sama sekali.
“Emang ngapain aja sih?”
“(Sok) Sibuk sist.”

Jadi weekend kemarin saya dan suami menghabiskan waktu di rumah dengan bermalas-malasan. Kemudian, kami menonton TED talks tentang time management gtu lah. Kalau sama suami emang tontonan jadi lumayan berkualitas, begitu suami minggir dari TV, ya nontonnya drama Korea lagi. :p

Berhubung mata ini rabun, saya ga liat jelas pembicaranya siapa, pokoknya mbak mbak. Isi talks dia sih intinya waktu itu stretch-able; tinggal bagaimana kita memprioritaskan dan merencanakan waktu tersebut.

Prioritas

Dalam talks-nya, dia mencontohkan karyawan sibuk yang rumahnya bocor. Karena kebocoran itu, dia menghabiskan waktu 7 jam untuk nelpon tukang dan beresin ini itu. Walaupun sibuk, dia sempet-sempetin kan ngurusin rumahnya yang bocor (strecth-able). Tapi, dengan total waktu yang sama atau lebih dikit, apakah dia mau diminta interview atau kasih lecture? Belum tentu. Doi pasti bilangnya busy. Lebih tepatnya sih bukan sibuk ya, tapi itu di luar prioritas.

Jadi, misalnya cucian piring menumpuk atau kenapa saya ga ikut arisan di komplek atau kenapa blog ini ga di-update-update, itu bukan karena saya sibuk-sibuk amat, bisa jadi karena saya memang tidak memprioritaskan aktivitas tersebut.

Perencanaan

Dalam satu minggu, kita punya 168 jam (banyak banget ya dipikir-pikir). Kalau kita bekerja 40 jam seminggu dan tidur 8 jam setiap hari, kita masih ada waktu 72 jam (atau sekitar 10 jam setiap hari) buat melakukan hal lain. Tapi kenapa kita masih selalu merasa sibuk dan ga ada waktu? (Oops, menohok sekali.)

Kita bukannya ga ada waktu, kita cuma ga merencanakan waktu kita dengan baik. Akhirnya jadi banyak waktu yang terbuang percuma ga ada hasilnya. Hal ini dapat disiasati dengan perencanaan waktu yang baik.

Misal: Senin bangun pagi jam 6, olahraga dan strectching 15 menit, baca buku 45 menit, mandi dan siap-siap ngantor 30 menit, sarapan 15 menit, jalan ke kantor 15 menit. Waktu dari pulang kantor (jam 5) sampai bobo (jam 10) bisa dipake buat masak, makan malem, cuci piring, melakukan hobby atau main game, dsb.

Contoh di atas tuh perfect day banget ga sih? Everything emang easier said than done.
Nyatanya? Bangun tidur males-malesan di kasur, terus cek hp ampe ga sadar udah jam 7-an, panik terus mandi dan sarapan buru-buru.

Prioritas dan perencanaan waktu itu sudah mulai saya terapkan di kerjaan. Alhasil, kalendar saya isinya rame banget karena apa-apa saya buat reminder. Mulai dari balas email pak prof ampe nonton di bioskop, semuanya ada di kalendar. Emang kelihatannya freak dan kayak robot, tapi cukup efektif sehingga di akhir hari bisa meminimalisasi kerjaan yang pending dan janji yang terlewat.

Sayangnya, mempraktekkan itu di hidup beneran malah super susah banget karena ada faktor malazzz. Semoga di tahun yang baru ini dengan perencanaan waktu yang baik, kita bisa menjadi orang yang lebih organize dan ga menyia-nyiakan waktu. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s