Ke Alaska bersama Bapak

Ke Alaska bersama bapak. Maunya sih beneran, tapi apa daya ini hanya mimpi.

Kalau bicara soal mimpi, genre mimpi saya kebanyakan fantasi, science fiction, dan action. Mulai dari jadi Sailor Moon, melawan monster, sampai ditarik berkali-kali oleh giant squid saat lagi snorkeling sampai mati di abyssopelagic. Huh mimpi yang terakhir itu bikin saya makin benci sama laut. Jadi inget kalau selama 5 tahun tinggal di KAUST yang literally berbatasan dengan Red Sea, ga pernah sekalipun saya pergi snorkeling, mancing, diving, atau boat trip. Hahaha.

Oh iya, mimpi saya jarang sekali melibatkan orang yang dikenal. Biasanya selain saya, karakter lain wajahnya blur. Makanya, sekalinya bertemu karakter yang dikenal, rasanya terbayang-bayang sampai bangun, keinget sampai lama. Misalnya waktu itu saat saya mimpi jadi customer seorang teman yang membuat start-up deterjen super canggih. Bangun-bangun langsung kepikiran, apa kabar ya si teman. Mana akhir-akhir ini tidak terlihat di sosial media. Aku mah gitu orangnya, rajin pakai sosmed tapi jarang berkomunikasi dengan orang lain di sana. Sekalinya ada yang ngilang, kecarian. Maunya apa sih. :’)

Asik ya kayaknya ke Alaska bersama bapak, tapi dalam kondisi seperti ini rasanya mustahil. Oh iya, kebayang ga sih gimana ribetnya berjalan-jalan saat dan pasca pandemi ini? Read More

Growing old

Jadi beberapa hari yang lalu, sehari setelah ulang tahun Bapak, saya video calling Ibu menanyakan kabar Bapak dan Ibu.

Ibu selalu menjadi proxy antara saya dan Bapak, entah mengapa. Kenapa ga ngobrol langsung aja kan ya padahal ortu sendiri. Huhuhu bingung sih, saya dan Bapak biasanya hanya berkirim pesan ketika ulang tahun. Bertelepon langsung mungkin rasanya akan sangat awkward.

Ketika video call, saya lihat wajah Bapak kok terlihat lesu sekali. Ternyata sudah beberapa hari Bapak demam. Mereka berencana akan ke dokter. Oh iya, saya menghitung, Bapak baru saja berulang tahun yang ke-65. Ternyata sudah setua itu.

Seketika saya merasa mata mulai memanas. Kalimat ini pun langsung terasa menohok sekali:

We are so busy growing up, we often forget that our parents are also growing old.

T_____T

Bapak, Ibu, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan ya.